I, kata penunjuk: itu, situ, sana; ditempatkan di belakang kata benda, kata sifat atau kata kerja; jabu i, rumah itu; halak na mate, orang yang mati itu; huboto do i, saya tahu itu; i do, begitulah, ya itulah; i do? apakah demikian? begitukah? ibana do i, dialah itu; i do ujungna, itulah akhirnya, penghabisannya; di na laho i hami, di saat kami pergi itu.
Ia, I. kalau, jika, bilamana; ia olo ho, jika engkau mau; ia molo, = molo. II. mengenai (= anggo, ianggo); ia bada i nunga montok, mengenai perselisihan itu, itu sudah berhenti. III. ibana, ia, dia (Angk). IV. mariaia, bersorak-sorak karena gembira, bersukacita.
Iale, seruan tanda berdukacita, wah, aduh, wahai, alah ya; mariale, mengaduh, menyerukan "oh".
Ian, mian, bermukim, berdiam, tinggal, berkedudukan; ianian, hal mengenai tinggal, kediaman; lambas ni roha ni raja do ianian ni jolma di huta, kemurahan hati raja membuat supaya orang tinggal di desanya (karena merasa kerasan, senang); paian, membuat agar tinggal; parmianan, tempat orang menginap atau berkediaman, menumpang, pemukiman.
Ianakkon, anak tanpa membedakan kelamin; marianakhon, beranak, mempunyai anak.
Iang, = sangap.
Ianggo, kalau, mengenai, tentang (= anggo).
Iangiang, pujian, penghormatan, kemasyhuran, kemegahan, kemuliaan; mariangiang, menggema, menjadi termasyhur, terberita, terpandang.
Iap, cantik, elok, tetapi tidak tahan lama msl bahan pakaian.
Ias, bersih, jernih; ias ni roha, kebersihan hati, rela, ikhlas; haiason, kebersihan, kejernihan, kesucian; paiashon, membersihkan; mengembiri binatang; ndang tarpaias, tidak bisa dibersihkan; manariashon (dari tariashon), membenarkan, membuktikan perkara; ditariashon hatana,ia membenarkan dirinya; sipaias, bintang timur; juga: ketam yang halus.
Iasa, = na tung, kalau kau sudi, pada permulaan doa persembahan.
Iba, kata pengganti orang, orang, sendiri dalam arti aku, saya, awak; rohaniba, pikiranku, pikiran diri pribadi; didok rohaniba, saya rasa, sangka, pikir, pikiranku; hansit rohaniba, sakit hati ini, sakit hati awak, itu menyakitkan hatiku; ibangku, = diringku, diriku, pribadiku.
Ibana, ia, dia (sebenarnya: dirinya).
Ibebere, keponakan, tapi hanya anak-anak saudari, anak saudara perempuan; (lih: bere).
Ibo, = asi I (Angk). Ibor, = lih sibor.
Iboto, saudara laki-laki seorang perempuan, saudara perempaun seorang laki-laki; anak perempuan saudara laki-laki ayah; saudara perempuan dari lae (ipar); ito vokatif dari iboto; pinoribot, = iboto.
Iburu, cemburu; pangiburuon, iri hati, kecemburuan, sifat cemburu; mangiburu, cemburu, merasa iri, menaruh dengki; masiburuan, saling mencemburui, masing-masing cemburu.
Ida, mida, marnida, (dari marniida), melihat, menengok; mida, sebagai kata depan: tentang, terhadap; las rohangku mida nasida, saya bergembira terhadap mereka; muruk do raja i mida naposona, raja itu marah terhadap hambanya; asi ma roha ni Debata mida ahu on, semoga Tuhan mengasihani aku; mida disi ma, = niida disi ma, melihat disitulah; idaon ma, itu harus dilihat dulu; idaidaan ni datu, = alatan;paidaida, melihat, menonton; parnidaan,penglihatan, penglihat; tarida, kelihatan, dapat terlihat; ndang tarida, tidak nampak, tidak kelihatan; pataridahon, memperlihatkan, me-nampakkan, memberitahukan; hataridaan, nampaknya, tampaknya; masipaidaan, saling melihat, saling melihat kembali; mangidai, ingin melihat sesuatu, meminta; mangidai sipanganon, mengingini makanan; na so dung songon i mangidai rohangku, semacam itu belum pernah aku melihatnya; hataridaan, mulai nampak; luhut nasida hataridaan jambar, mereka semua mempunyai harapan untuk mendapat bagian. Idagoe, lih dago dan doge, seruan tanda heran.
Idi (bdk didi), maridi, mandi; paridion, tempat mandi, permandian; aek paridian, air mandi; paridi (diparidi): mandi di sesuatu.
Ido, mangido, meminta, memohon, menagih (dipangido) mengingini; paido, idem; mangidoido, meminta-minta; simangido, tangan (And); mangido tangan, mau dipukul, ingin dipukul; pangidoan, permintaan, permohonan, doa, keinginan; siat pangidoanku,permintaanku berkabul; pangidoan, juga = parsorion, nasib, takdir (apa yang diminta tondi); mangidohon, meminta sesuatu.
Idop, midopidop, berkedip-kedip, mengedipkan mata, ingin melihat sesuatu yang diingini; mengenai orang miskin mengingini barang orang kaya.
Idzin, izin.
Iduk, miduk, terkumpul, terhimpun, terkumpul dalam jumlah cukup banyak; pariduhan, celengan; tempat sampah untuk makanan babi; paidukhon, menghimpun sedikit demi sedikit, mengumpulkan benda-benda kecil.
Idup, I. paidup, = papungu. II. debataidup, arca kayu dari pasangan suami isteri leluhur, dua gambaran yang diukir dari kayu, kepada gambaran ini orang menghadap bila menghendaki anak laki-laki menaruh gambaran wanita itu di punggungnya. Perempuan mengambil gambaran laki-laki dan dengan demikian mereka mengadakan arak-arakan keliling rumah. III. idup, = isap; pangidupan, = parisapan.
Idut, mangidut, demikian dikatakan sewaktu main judi dengan uang logam yang bila dibuang kedua logam tersebut gambar ayam jantan berada di atas.
Iesuang, mariesuang, lih isuang.
Igar, asam, sesuatu yang asam rasanya karena tunas bambu direndam; mangigari, mengasami rebung; niigaran, diasami; tuak igar, tuak yang asam.
Igil, mangigil, meminta tambahan msl pada pembelian; dipaigiligil saduit, dia tawar seduit; igiligil, tambahan cuma-cuma pada barang yang dibeli.
Igim, sipanganon na niigimigim, makanan yang diuntukkan.
Igit, benih laki-laki, sperma, air mani (lebih halus ialah boni).
Igung, hidung; mangigungigung, mencium mengenai anjing mencari bekas.
Ihal, pangihalihalan, menyepak-nyepak kebelakang mengenai kuda yang dilepaskan.
Ihan, ikan besar; ihan paus, ikan paus; ihan mera, ikan laut yang besar; ihan habaro, ikan laut.
Ihe, mariheihe, meringkik mengenai kuda.
Ihit, kata penutup dari ratapan (= andung). Ihot, ikat, pengikat, tali, rantai, simpai, gari; mangihot, marnihot, mengikat; tarihot, terikat, kena ikat; raja do ihot ni uhum, raja adalah pengikat hukum; P.B.: hori do ihot ni doton, hata siingoton, rami adalah pengikat jalan, orang harus mengikat janji, perkataan jadi pegangan; ihotihot, tali yang mengikat, ikat
pinggang; na so marihot, yang tidak bersiasat; gambalgambal na so marihot, orang-orang kecil, masa yang tidak bersiasat, orang kecil tanpa pegangan.
Ihur, ekor; mangihuri hori, memintal rami menjadi tali; simorihurihur ni asu, tumbuh-tumbuhan yang daunnya ditarok pada luka; manginjam ihur ni hoda, berpamer dengan barang orang lain; ihur ni hata, ekor kata, kata tambahan yang licik pada pangkal cerita; ihur porang, = tunggal ni janji, pemegang kas pada perjudian.
Ihut, ikut, turut; mangihut tu, mengikuti, seturut; mangihuthon, mengikutkan, menuruti; paihuthon, mengikut sertakan, memberikan terhadap seorang yang mati aneka barang untuk dibawa ke kuburan; mangihut pinahan, menggembalakan ternak; ihutan, pemimpin, yang diikuti; raja ihutan, anutan, raja, kepala; mangihuti, (dipangihuti), mengikuti; pangihut, kata halus untuk anjing; paihutihut rura, mengikuti lembah; ndang loja aek paihutihut rura, air tidak lelah mengikuti lembah-lembah, artinya: kata hiburan untuk orang yang mau meninggalkan pekerjaannya; pangihuti, satu dari empat (ogung); ihut tusi, sesudah itu, menyusuli, berikutnya.
Ijeng, marijengijeng, melompat-lompat, melonjak-lonjak.
Ijo, hijau.
Ijor, ijorijor, sej ulos; ijorijor lobulobu, ulos seperti keluar dari pertenunan, belum dipotong menjadi ulos ni tondi.
Ijuk, ijuk.
Ijur, I. lih tijur, liur, air ludah; manghailhon ijur ni deba, merasa dirinya malu bahwa orang bisa jadi hina di muka orang banyak. II.mijur, turun, direndahkan, diturunkan, dihinakan; paijurhon, menurunkan, merendahkan, menghina; hamimijur, hal menurunkan; haijuran, 1, tangga 2. hukuman (uang) yang harus diberikan oleh paranak bila gadis yang telah bertunangan dan tinggal di rumahnya, tetapi akhirnya tidak mengawini anaknya laki-laki.
Ila, rasa malu, kemaluan; maila, malu; maila ibana mida amana, malu dia terhadap bapanya; ndang diboto maila, dia tidak tahu malu, tak tahu malu; tarila, menjadi malu, memalukan, mendapat malu; hailaon, yang memalukan; hailaan, kemaluan; kata yang kurang sopan; juga: mereka terhadap siapa orang merasa malu; manghailahon, malu akan; pailahon, memalukan orang, membuat malu; marhahaila, berperasaan malu; na so marhahaila, tak merasa malu.
Ilaila, daun bunga dimana bunga berada; juga daun dalam mana orang menampang tuak sebelum ia menetes ke dalam tabung yang tergantung di bawahnya.
Ilang, mangilang, memeras air dari tebu.
Ilas, mangilas, dengan perubahan tingkah laku menandakan bahwa orang akan segera mati; menyerbukan diri ke dalam sengsara; pangilason, perubahan tingkah laku yang mengherankan, tanda telah dekatnya maut; pangilasan, celaka yang dibuat sendiri; sintak sangilas, mati sekoyong-koyong msl karena kilat atau tembakan.
Ilat, ilat ni on, cacing yang keji (mungkin pendekan dari pilat).
Ili, pemilih, tidak senang dengan apapun msl seorang gadis yang tidak berkenan dengan seorang pemuda; miliili, suka memilih, tidak senang dengan suatu apapun.
Iligi, mangiligi = ligi, mangaligi, melihat, mengunjungi.
Ilik, cicak, kadal.
Iling, cenderung ke samping (bdk eleng); miling, menyenderung ke samping; juga: disimpangkan mengenai aliran air; pailing, mengalirkan air ke tali air lain.
Illa, marillailla, bersorak-sorai karena orang lain mendapat celaka; na boru illa, sanggapati na bolon, nama dewa yang memberi kemenangan. Illong, millongillong, berkilau-kilau, mengeluarkan cahaya dalam kegelapan msl mata kucing.
Ilop, milopilop, bersusah payah kerena pergi dengan tangan hampa.
Ilsop, milsopilsop, tumbuhan yang tidak dipelihara, mau mati.
Ilting, sangilting, sedikit sekali.
Ilu, air mata; marilu-ilu matana, dia tangis; tariluilu matana, ro ibana, idem.
Ilung = aek beu, getah bening.
Ima, maimaima, tunggu, menunggu, menanti; maimaimahon, menantikan seseorang atau sesuatu; paima, tunggu, sebagai kata depan: sampai mengenai waktu; paima masa gotilon, sampai panen.
Iman, mangiman, mengintai, mengamat-amati, memperhatikan secara diam-diam.
Imana, = ibana.
Imbabo, susu pendahulu sebelum susu biasa keluar, kolostrom.
Imbahoan, parimahoan, = partimbahoan, (bdk timbaho).
Imbalo, embalau, getah meang, yang dipakai untuk mengikatkan gagang pisau pada besinya.
Imbang, isteri kedua, madu, hanya isteri pertama memakai istilah ini; marimbang, bermadu; imbang ni goar, nama kedua, nama julukan; na marimbang goar, mempunyai nama ke dua, nama julukan.
Imbar, perbedaan, perubahan; ndang dia imbarna, tidak ada perbedaannya, serupa, sama; mimbar, berubah, menjadi lain; mimbarimbar, sering berubah; paimbarhon, mengubahkan; paimbarimbar rupa, paubauba tompa, menyamarkan dirinya, bersalin pakaian; sipaimbar, gambaran manusia yang diperbuat dari tanah dan dipasang pada suatu tempat agar begu berpikir bahwa gambaran itu adalah orang sakit itu; palaho sipaimbar, menempatkan gambar manusia (seperti disebut di atas).
Imbaru, baru; paimbaruhon, memperbaiki.
Imbo, sej monyet; marimboimbo jalang, luntang-lantung; P.B.: dapot imbo dibahen soarana, dapot ursa dibahen bogasna, imbo dapat karena suaranya, rusa dapat karena bekasnya.
Imbul, tarimbul, lih imbulu.
Imbulu, bulu pada tubuh, pada burung; marimbulu, berbulu; parimbulu bosi, pahlawan dalam dongeng Batak, yang berbulu besi; manindang imbulu, merinding bulu roma, ketakutan; na imbulu gaburon, bulu-bulu kulit bangkit, tidak letak, suatu tanda bahwa ada penyakit; tarimbul, tercabut bulu, mendapat malu.
Imbung, = mangibung, lih timbung.
Imbur, = simbur I.
Imburu, cemburu, lih iburu.Imong, marimongimong, berjalan cepat (bdk emong).
Imos, marimosimos, melarikan diri.
Impas, = timpas, lengkap; mangimpas, dalam keadaan lengkap.
Impi, lengkap terkumpul; paimpihon, mengumpulkan.
Impit, mangimpit, memelas-melas minta sampai dapat.
Impol, kepingin, kangen, tergiur; impol matana, ia kepingin (mida), tergiur, kangen sekali; impol ni mata, keinginan, dambaan; manghaimpolhon, mengingini sesuatu, mendambakan.
Impola, daging (lawan sop); juga: daging buah-buahan; huahuana di ahu, impolana di ibana, kuahnya buat aku, dagingnya buat engkau; hata na so marimpola, ucapan tak berisi, omong kosong
Impot, marimpotimpot, berada di kejauhan, tidak nampak lagi, jauh tak terjangkau; holom na marimpotimpot, gelap gulita, kegelapan yang luar biasa.
Imbung = imbung; mangimpung, melompat ke bawah, bdk timbung.
Impu, =impi; paimpuimpu, menghimpun, mengumpulkan.
Imput, bulu pada burung, bulu dan wol pada kulit binatang; marimput,mempunyai bulu, berbulu; P.B.: digulut ho do imput ni leangleang, ditumpul ho alogo, digomak ho do gubogubo, engkau rebut ekor burung walet, kau pancung angin, kau cengkram buih, artinya: kau kerjakan kesia-siaan.
Ina, ibu, saudara-saudara perempuan ibu juga disebut demikian, isteri pakcik dari pihak ibu, anak perempuan pakcik dari pihak ibu; inaina, perempuan-perempuan yang telah kawin; ina ni surat, ke-19 tanda tulisan Batak (Aksara Batak); ina ni tangan, ibu jari, jempol; ina ni hata, pokok pembicaraan; ina ni ulaon, yang terpenting pada pekerjaan; ina ni jambar, bagian daging yang terbesar; ina ni hau api, kotak korek api; marina, mempunyai ibu, beribu, berinduk; marinahon, beribukan, berindukkan; parinaan, sepasang binatang, ternak betina; masiparinaan, mencari isteri (kurang halus); painahon, ternak betina dipakai untuk dipelihara msl ayam, kerbau; siparinaon, setiap perempuan yang menurut adat harus dianggap sebagai ibu msl isteri pakcik (adik ayah); inang, = inong, o ibu; dan merupakan seruan tanda susah hati, keheran-heranan; inanginang, isteri-isterian; isteri (kurang halus); diparinanginang, diperlakukan seperti isterinya; inang tua, mak tua, isteri abang ayah; juga kakak ibu dan semua ibu dari marga yang dipanggil abang oleh ayah; si inaina, suami dibawah perintah isteri, pengecut.
Inang, lih ina.
Inda, atau lebih baik: nda: bukan? Dalam kalimat yang mengharapkan jawaban yang mengiakan, yang membenarkan, bukan?
Indada, tidak = ndada.
Indadong, ndang adong, tidak ada.
Indahan, nasi lih dahan; parindahanan, sumpit nasi, bakul tempat nasi.
Indang, I ndang, tidak; indang adong = indadong. II. indang, mangindangi, mau kembali lagi, kambuh penyakit; mangindangi isara, terpaksa menyesuaikan diri melalui kesusahan msl cuaca lain, menderita suasana baru.
Indap, = intap.
Indat, = intap, dalam, selama.
Indeon, ndeon, = (dari: indi on), ini dia, itu dia.
Indi, = ndi, lih ndi.
Indil tidak cukup, tidak berarti, msl sebidang tanah karena kurang luas, mengenai makanan; tingki na indil, waktu yang singkat sekali, seketika, sebentar.
Inding, minding, tukar tempat; mengalir mengenai air; dituangkan; mindinginding, bertukar-tukar tempat; painding, menuangkan, memindahkan benda cair dari satu bejana ke bejana lain.
Indit, mangindit, berdenyut mengenai pergelangan; dengan menambahkan air memeras minyak dari buah atau bunga msl pada buah kelapa. Indo, mindo, mengendap ke dalam air msl kopi; paindohon, mengendapkan.
Indora = andora, dada.
Indot, pohon kayu kecil yang daunnya berminyak, para perempuan melicinkan rambut mereka dengan minyak itu; dari kulitnya dibuat sej rami.
Induk, kepala, penghulu, majikan, pemimpin, atasan; induk somang, tuan, tuan rumah; induk ni parangan, panglima, komandan; marinduk, mempunyai kepala, penghulu, pemimpin; marinduk somang, mempunyai tuan, bertuan, hamba raja.
Indung, mangindung, menyembunyikan diri, bersembunyi.
Ingan, I. maringan, bermukim, berdiam, tinggal; mangingani, mendiami, menjaga msl seorang anak; mangingani jomur: mangingani boru ni tulang, bekerja pada dan menunggunya 'boru ni tulang' puteri saudara ibu; mangingani beangon, menemani seorang yang dipasung msl perempuan yang melarikan dirinya dari suaminya dan dipasung. Suaminya datang dan tinggal dekatnya; inganan, rumah, tempat, bak, tempat mengumpulkan sesuatu; maringanan, bertempat tinggal; hainganan, yang dapat didiami; juga: dapat dihuni; ulos pangingani, pemberian, yang diberikan parboru kepada menantu laki-laki kalau ia menjaga isterinya yang lari dan dipasung. Hal ini membuktikan bahwa wanita itu masih milik suaminya; kalau laki-laki itu tidak mau menerima ulos itu artinya: wanita itu harus kembali kepada parboru dan mas kawin harus dikembalikan; pangingan, pengunjung tetap msl seekor harimau yang tinggal di daerah tertentu. II ningan, tadi, waktu yang lewat; naingan on, baru-baru ini; na sai ingan, di jaman purbakala, dahulu, di masa silam.
Ingar, maringaringar, muncul dengan tenaga penuh; maringaringar ari, keadaan udara panas serta menusuk.
Inggal, I. maringgal, berjalan cepat sekali; manginggal, membujuk agar lari cepat msl seekor kuda. II. inggal, manja; hinggalanna, usia anak kecil mulai nakal: 4-6 tahun.
Inggir, inggiringgir, nama tumbuhan yang buahnya dipakai untuk membekukan susu.
Inggo, manginggo, bercerita sambil menyanyi yang dilakukan oleh orang menceritakan turiturian, berhikayat dengan menyanyi; manginggohon, menceritakan sesuatu dengan menyanyi.
Inggol, hau inggolan, sej pohon kayu yang kayunya keras dan kulitnya bertukar; Nainggolan, daerah di sebelah selatan Samosir dan nama marga; P.B.: tanja bulu, tanja nainggolan; na rahanan punu unang dohot mardongan, lebih baik tanpa anak daripada tanpa sahabat.
Inggu, ubat inggu, inggu, penangkal, roh-roh jahat.
Inggunginggung, pipa bambu yang menghubungi pengembus angin dengan api. Inggir, inggiringgir, sej tumbuhan.
Ingkal, mingkal, melompat-lompat berkeliling karena kegirangan.
Ingkat, maringkat, berjalan, lari, berlari, melompat.
Ingkau, laukpauk (sayur dan daging); ingkau rata, sayur hijau, sayur mayur yang segar; sialap ingkau, lidah.
Ingking, mangingking, menciut, mengerut karena kedinginan atau sudah tua.
Ingkon, harus, mesti, perlu; ndingkon, tidak diharuskan, tidak perlu; marhata ingkon, mengharuskan, memerintahkan, memaksa.
Ingol, maingol, na ingol, pekak, tuli; ingolingol badak, pekak seperti badak.
Ingor, mingor, pekak karena hiruk pikuk; sering dengan memakai kata pinggol, telinga; mingor pinggolhu, ributnya bikin pekak kupingku.
Ingot, marningot (diingot), mengingat sesuatu; ingot, ingat; paingot, pasingot, mengingatkan, menasehati; paingothon, pasingothon, mengingatkan, menasehatkan; hata sipaingot, ingatan, teguran; parningotan, ingatan, tanda mata tarsingot roha, tiba-tiba teringat akan sesuatu dengan rasa sayu; taringot tu, tentang, mengenai; manaringoti, memperingatkan sesuatu, menyinggung; tinaringotan, disinggung, diingatkan, disebut; taringotna, disebut sambil lalu; martaringot,disinggung, disebut; marnaingot, lebih sulit atau lebih gampang diingat sesuatu; kata sembunyi: membuang air besar.
Ingul, sej pohon.
Injak, manginjak, menginjak; tano hinainjahan, hinaonjolan, dalam doa resmi: tanah yang diinjak.
Injam, meminjam mengenai benda-benda yang harus dikembalikan lagi (marsali, meminjam benda-benda tetapi dalam bentuk lain dikembalikan msl berupa uang; manginjam, idem; amang na niinjam, dikatakan oleh seseorang janda terhadap suaminya bila ia cepat menjanda; manginjam tongam sian babiat, mulia seperti harimau; painjamhon, meminjamkan (tu).
Ino, marinohon, melihat, diberitahukan; diparinohon Debata ma tu ho pambahenanmi, Tuhan akan memperlihatkan kepadamu, artinya semoga engkau merasai dendamnya.
Inong = inang, lih ina; manginongi, lih juga disana.
Insa, begitu dikatakan orang yang menerima teka-teki sebagai jawaban huling-hulingansa juga ansa.
Insak, manginsahi, mengolok-olok, mencela, menghina, melecehkan, mencerca, mencibiri; insakinsak, cibiran, pelecehan, ejekan, olok-olok; panginsahion, pencibiran, pelecehan.
Insan, parinsan ni bulan, bulan purnama. Insir, manginsir, melata, merayap, menjalar, merambat; mangisiri, secara diam-diam menyelinap.
Insop, manginsop, menjelajahi rumah kerabat untuk mendapatkan makanan.
Insor, sej ikan sungai kecil.
Insua, manginsua, tinggal di rumah orang lain, karena tidak berdikari; sebagai orang luar tinggal bersama famili, menumpang di rumah orang lain; panginsua, orang dagang, orang asing, orang luar, penumpang; panginsuaon, penumpangan.
Intan, mata intan, permata, manikam; marmataintan manghaliangi ugasan ni dongan, mengingini.
Intap, = sintap, hingga, sebatas, paling banyak, sampai mengenai ruang, tempat dan waktu; intap ni on, sampai disini, sebatas ini.
Intar, susu yang dimuntahkan kembali oleh bayi; mintar, memuntahkan susu.
Intas, mangintas, mengusahakan sesuatu dengan gembira, bergairah.
Inte, I painte, = paima, tunggu, harap. II. mangintehon, melihat sesuatu; intehon ma tu pudi, perhatikanlah ke belakang; intean panuluhan songon nidok ni sibaso, akhirnyalah akan membenarkan mereka seperti dikatakan sibaso; intean, juga: alatan.
Intop, mintop, padam mengenai api dan cahaya; mangintopi, memadamkan sesuatu; intop, dihabiskan, habis; paintop, menghabiskan msl uang.
Inu, I, painuinuhon, memelihara, menyayangi, disimpan baik-baik msl peralatan, ternak. II. inuan, sesuatu yang serupa, persamaan, perbandingan; diparinuanhon, memperbandingkan, persamakan; diparinuanhon ho na so hombar, engkau persamakan apa yang tidak sama.
Inum, minum, manginum, minum; minum aek, minum air; mangan minum, makan dan minum; inumon, minuman; siinumon, dapat diminum; aek inumon, air minum; painum (dipainum), meminumkan, menyuruh minum; painumhon, memberikan minum kepada seseorang; panginuman, piala, cangkir, tempat minum; parminum, peminum, pemabuk; parminumon, hal minum; aek na niinum, urine, air kencing, air kemih.
Ioga, maioga, mengucapkan mantera dalam hal mana datu memakai lembing dan pedang untuk mengusir begu; mangiogai, mengancam begu dengan mantera, lih juga oga.
Ioho, wahai! seruan mengaduh dan juga bersorak; marioho, berseru dengan kata 'ioho', berwahai.
Iok, boru pangiohiok, = boru na mora, lih boru.
Ipa, mangipa, menunggu sambil mengharapkan sesuatu, melihat dengan tajam msl seekor anjing menunggu makanannya, atau mengenai ikan yang melihat-lihat buah-buahan tergantung di atas permukaan air; paipahon, menyerahkan sesuatu untuk dijaga.
Ipahon, pakan (tenun).
Ipar, seberang, tepi; di ipar ni, di seberang dari; di ipar, di seberang; Sianipar, nama marga; taripar, menyeberang, pergi keseberang; mangipari, menyeberangi; manariparhon, menyeberangkan; hatariparan, dapat diseberangi, tempat untuk menyeberangi; paripar, nyanyian bergilir dalam mana dua orang balas membalas dengan nyanyian senda gurau, yang pertama memulai: pege sangharimpang, halas sahadanghadangan, tole marende ta-ripar, nanget masiajarajaran,jahe serumpun, lengkuas setengtengan, mari bernyanyi keluar, pelan saling belajar; pariparipar, berhadapan; iparipar, = jambar ni bagas, tempat antara perapian dan dinding rumah Batak tradisional; baoa sipatariparon, seorang laki-laki yang harus ditolong menyeberangi sungai, artinya: perangai, sifat yang tidak dapat menolong diri sendiri, orang yang tidak mandiri.
Ipe, = i pe, I. baru ini, baru saja; i pe ibana laho, baru saja ia pergi. II. maka itu.
Ipi, mimpi; mangipi, marnipi, bermimpi; nipi, mimpi, impian; nipi simarnipinipi, mimpi yang tidak mempunyai arti; so huipi i, saya tidak dapat memimpikan itu, itu saya tidak harapkan; na so ipion ni na modom, yang tak akan diimpikan orang tidur; kemiskinan; marnipinipi, memimpikan sesuatu yang dikerjakan di hari siang; juga: berkata-kata sewaktu bermimpi; mangipiipihon (niipiipihon), dengan sesuatu mimpi menentukan sesuatu; manipi, bermimpi tentang sesuatu; parnipian, tempat tidur, tempat dimana orang bermimpi; parnipinipian, cincin yang diletakkan seorang gadis di bawah bantalnya dan cincin mana diperolehnya dari seorang pemuda, untuk dimimpikan atau hubungan mereka itu mendapat kebahagiaan; ndang na jinorot ni nipi, perolehan yang tak dibayangkan sebelumnya; baoa siparnipi, tukang mimpi.
Ipit, bagian mulut alat tiup; ipitipit, bagian mulut, yang dipakai anak-anak untuk bermain-main.
Love-Devotion
Feeling- EmotionDon't be afraid to be weak
Don't be too proud to be strong
Just look into your heart my friend
That will be the return to yourself
The return to innocenceIf you want , than start to laugh
If you must , than start to cry
Be yourself don't hide
Just believe in destinyDon't care what people say
Just follow your own way
Don't give up and use the chance
To return to innocenceThat's not the beginning of the end
That's the return to yourself
The return to innocence
Jumat, 15 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar
Terimakasih