haha,
hari keduapuluhlima
dibulan keduabelas
habis pulsa untuk membalas
semua pesan yang kuterima
berlapis kemeja baru
dengan kaki jeans biru
aku datang ke ultahNya
padahal aku tak membawa
secuilpun kado tuk diberi
tapi Ia terus terbuka
ia terus memberkati
tanpa henti
ku hanya bisa
menyanyi
memuja,memuji,bersyukur
melakukan yang Ia hendaki
sampai mati
tapi,
rasanya ada yang janggal,
ada yang kurang,
kenapa sinterklas belum jg datang?
padahal, sudah tiba hari Natal
hmmm, apa ia lupa ya?
oh, iya,
aku tahu kenapa..!
rumahku gak ada cerobong asapnya....
hik..hik..hik..
slamat menyambut natal..
Love-Devotion
Feeling- EmotionDon't be afraid to be weak
Don't be too proud to be strong
Just look into your heart my friend
That will be the return to yourself
The return to innocenceIf you want , than start to laugh
If you must , than start to cry
Be yourself don't hide
Just believe in destinyDon't care what people say
Just follow your own way
Don't give up and use the chance
To return to innocenceThat's not the beginning of the end
That's the return to yourself
The return to innocence
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Desember 2010
Rabu, 08 Desember 2010
elektronika'RESISTOR ( HAMBATAN LISTRIK ) dan SATUANNYA'
RESISTOR ( HAMBATAN LISTRIK ) dan SATUANNYA

Resistor yaitu suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik.
Resistor diberi notasi dengan huruf R yang berasal dari kata Resistance. (perlawanan
Atau to resist = melawan).
Mengenai resistor ini dipelajari oleh George Simon Ohm, yang melakukan penelitian pada kolom air raksa.
Pengertian Satu Ohm
Satu Ohm adalah besarnya perlawanan sebatang air raksa/Kolom air raksa yang penampangnya serbasama (homogen), yang panjangnya 106,3 Cm, dan luas
penampangnya 1 mm2 pada suhu 0 derajat Celsius.
Satuan Resistor/Hambatan Listrik
Satuan utnuk hambatan listrik atau Resistor adalah Ohm ( = omega)
1 Megaohm = 1 M = 1.000 Kiloohm = 1.000 K
1 Kiloohm = 1 K = 1.000 ohm = 1.000
1 Ohm = 1 = 1.000 miliohm = 1.000 m
1 miliohm = 1 = 1.000 mikroohm= 1.000 u
Alat ukur
Ohmmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan listrik / resistansi.
Fungsi Resistor
1. Mengatur arus listrik ( melawan arus listrik)
2. Membagi arus listrik
3. Membagi tegangan listrik
4. Sebagai elemen pemanas; seperti solder, solder atraktor, heater, setrika listrik, rice cooker, kompor listrik dll.
Jenis Resistor
Ada 5 (lima) macam resistor yang kita kenal
1. Resistor Karbon
2. Resistor Kompon
3. Resistor Kawat Gulung ( Wire Wound )
4. Resistor Serbuk Besi
5. Resistor Film Logam ( Metal Film )
Berdasarkan sifat dan kegunaannya resistor :
I. Resistor tetap ( Fixed resistor )
Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak berubah/tetap/tertentu.
Nilai resistor ada yang dinyatakan dengan :
1. Angka, misalnya : 1 Kiloohm, 1,2 ohm, 100 ohm, 100 Kiloohm dst.
2. Dengan kode warna.
Untuk menentukan nilai resistor dengan kode warna kita perlu meningat akronim dari warna-warna yang digunakan pada resistro tersebut seperti:
Hi Co Me Ji Ku Hi Bi U A P E P Non, yaitu singkatan dari Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas, Perak dan
Tidan berwarna/tak berwarna (None = Not any one).
Simbol :
II. Resistor Tidak Tetap (Vaiabel Resistor)
Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak tetap/dapat diatur/dapat .
Diubah-ubah/bervariasi.
Contoh dari Variabel Resistor:
1. Trimmer Potensiometer (Trimpot)
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya diubah dengan menggunakan obeng.
Simbol :
2. Potensiometer ( Variabel Resistor )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/
bervariasi.
Simbol :
Fungsi Variabel Resistor
1. Untuk mengatur Volume, yaitu mengatur keras lunak suara secara
keseluruhan.
2. Untuk mengatur Treble, yaitu mengatur nada-nada tinggi.
3. Untuk mengatur Bass, yaitu mengatur nada-nada rendah.
4. Untuk mengatur Balance, yaitu mengatur suara loudspeaker saluran kiri
maupun saluran kanan agar seimbang.
3. Negative Temperatur Coefficient (NTC)
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengarugi/berganting
Suhu disekitarnya. Jika suhu semakin naik/besar mengenai NTC, maka nilai
Hambatannya semakin kecil, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatann-
nya semakin besar.
NTC disebut juga dengan nama lain Termister
Simbol :
Fungsi :
1. Sebagai saklar otomatis/elektronik
2. Melindungi komponen elektronika
4.Positive Temperatur Coefficient ( PTC )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi /bergantung
Suhu disekitarnya. Jika suhu sekamin nai/besar mengenai PTC, maka nilai
Hambatannya semakin besar, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatan-
Nya semakin besar.
Simbol :
Fungsi :
1. Sebagai saklar otomatis/elektronik
2. Melindungi komponen elektronik.
5.Light Dependent Resistor ( LDR )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi/bergantung
cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.
Simbol :
Fungsi :
1. Sebagai sensor cahaya pada foto/film
2. Sebagai saklar otomatis/elektronik

Resistor yaitu suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik.
Resistor diberi notasi dengan huruf R yang berasal dari kata Resistance. (perlawanan
Atau to resist = melawan).
Mengenai resistor ini dipelajari oleh George Simon Ohm, yang melakukan penelitian pada kolom air raksa.
Pengertian Satu Ohm
Satu Ohm adalah besarnya perlawanan sebatang air raksa/Kolom air raksa yang penampangnya serbasama (homogen), yang panjangnya 106,3 Cm, dan luas
penampangnya 1 mm2 pada suhu 0 derajat Celsius.
Satuan Resistor/Hambatan Listrik
Satuan utnuk hambatan listrik atau Resistor adalah Ohm ( = omega)
1 Megaohm = 1 M = 1.000 Kiloohm = 1.000 K
1 Kiloohm = 1 K = 1.000 ohm = 1.000
1 Ohm = 1 = 1.000 miliohm = 1.000 m
1 miliohm = 1 = 1.000 mikroohm= 1.000 u
Alat ukur
Ohmmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan listrik / resistansi.
Fungsi Resistor
1. Mengatur arus listrik ( melawan arus listrik)
2. Membagi arus listrik
3. Membagi tegangan listrik
4. Sebagai elemen pemanas; seperti solder, solder atraktor, heater, setrika listrik, rice cooker, kompor listrik dll.
Jenis Resistor
Ada 5 (lima) macam resistor yang kita kenal
1. Resistor Karbon
2. Resistor Kompon
3. Resistor Kawat Gulung ( Wire Wound )
4. Resistor Serbuk Besi
5. Resistor Film Logam ( Metal Film )
Berdasarkan sifat dan kegunaannya resistor :
I. Resistor tetap ( Fixed resistor )
Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak berubah/tetap/tertentu.
Nilai resistor ada yang dinyatakan dengan :
1. Angka, misalnya : 1 Kiloohm, 1,2 ohm, 100 ohm, 100 Kiloohm dst.
2. Dengan kode warna.
Untuk menentukan nilai resistor dengan kode warna kita perlu meningat akronim dari warna-warna yang digunakan pada resistro tersebut seperti:
Hi Co Me Ji Ku Hi Bi U A P E P Non, yaitu singkatan dari Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas, Perak dan
Tidan berwarna/tak berwarna (None = Not any one).
Simbol :
II. Resistor Tidak Tetap (Vaiabel Resistor)
Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak tetap/dapat diatur/dapat .
Diubah-ubah/bervariasi.
Contoh dari Variabel Resistor:
1. Trimmer Potensiometer (Trimpot)
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya diubah dengan menggunakan obeng.
Simbol :
2. Potensiometer ( Variabel Resistor )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/
bervariasi.
Simbol :
Fungsi Variabel Resistor
1. Untuk mengatur Volume, yaitu mengatur keras lunak suara secara
keseluruhan.
2. Untuk mengatur Treble, yaitu mengatur nada-nada tinggi.
3. Untuk mengatur Bass, yaitu mengatur nada-nada rendah.
4. Untuk mengatur Balance, yaitu mengatur suara loudspeaker saluran kiri
maupun saluran kanan agar seimbang.
3. Negative Temperatur Coefficient (NTC)
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengarugi/berganting
Suhu disekitarnya. Jika suhu semakin naik/besar mengenai NTC, maka nilai
Hambatannya semakin kecil, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatann-
nya semakin besar.
NTC disebut juga dengan nama lain Termister
Simbol :
Fungsi :
1. Sebagai saklar otomatis/elektronik
2. Melindungi komponen elektronika
4.Positive Temperatur Coefficient ( PTC )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi /bergantung
Suhu disekitarnya. Jika suhu sekamin nai/besar mengenai PTC, maka nilai
Hambatannya semakin besar, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatan-
Nya semakin besar.
Simbol :
Fungsi :
1. Sebagai saklar otomatis/elektronik
2. Melindungi komponen elektronik.
5.Light Dependent Resistor ( LDR )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi/bergantung
cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.
Simbol :
Fungsi :
1. Sebagai sensor cahaya pada foto/film
2. Sebagai saklar otomatis/elektronik
Rangkuman pemahaman alat - alat listrik
Macam-macam Alat Ukur Listrik beserta Fungsinya

1. Amperemeter
Berfungsi untuk mengukur arus listrik.
2. Voltmeter
Berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
3. Ohmmeter
Berfungsi untuk mengukur hambatan listrik.
Gambar Pemasangan alat ukur Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter

4. Wattmeter
Berfungsi untuk mengukur daya listrik.
5. Kwhmeter
Berfungsi untuk mengukur energi listrik.
6. Cosφmeter
Berfungsi untuk mengukur cos φ.
7. Tachometer
Berfungsi untuk mengukur putaran.
8. Luxmeter
Berfungsi untuk mengukur intensitas cahaya.
9. Frequencymeter
Berfungsi untuk mengukur gelombang AC / frekuensi.
10. Megger
Berfungsi untuk mengukur tahanan isolasi.
11. Earthtester
Berfungsi untuk mengukur tahanan pentanahan.
Simbol-simbol Alat Ukur Listrik

Memperbesar Batas Ukur
a. Amperemeter
Gambar Rangkaian untuk memperbesar batas ukur amperemeter

Untuk memperbesar batas ukur amperemeter dapat dilakukan dengan cara memasang tahanan (Rsh) yang diparalelkan dengan tahanan pada amperemeter (Ra). Besarnya tahanan yang dipasang harus sesuai dengan batas ukur yang diperbesar dan juga kelipatan batas ukur (n) dengan rumus : Rsh = Ra / (n-1)
b. Voltmeter
Gambar Rangkaian untuk memperbesar batas ukur voltmeter

Untuk memperbesar batas ukur voltmeter dapat dilakukan dengan cara memasang tahanan (Rm) yang diserikan dengan tahanan pada voltmeter (Rv). Besarnya tahanan yang dipasang harus sesuai dengan batas ukur yang diperbesar dan juga kelipatan batas ukur (n) dengan rumus : Rm = Rv (n - 1)
terimakasih...smoga bermamfaat....

1. Amperemeter
Berfungsi untuk mengukur arus listrik.
2. Voltmeter
Berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
3. Ohmmeter
Berfungsi untuk mengukur hambatan listrik.
Gambar Pemasangan alat ukur Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter

4. Wattmeter
Berfungsi untuk mengukur daya listrik.
5. Kwhmeter
Berfungsi untuk mengukur energi listrik.
6. Cosφmeter
Berfungsi untuk mengukur cos φ.
7. Tachometer
Berfungsi untuk mengukur putaran.
8. Luxmeter
Berfungsi untuk mengukur intensitas cahaya.
9. Frequencymeter
Berfungsi untuk mengukur gelombang AC / frekuensi.
10. Megger
Berfungsi untuk mengukur tahanan isolasi.
11. Earthtester
Berfungsi untuk mengukur tahanan pentanahan.
Simbol-simbol Alat Ukur Listrik

Memperbesar Batas Ukur
a. Amperemeter
Gambar Rangkaian untuk memperbesar batas ukur amperemeter

Untuk memperbesar batas ukur amperemeter dapat dilakukan dengan cara memasang tahanan (Rsh) yang diparalelkan dengan tahanan pada amperemeter (Ra). Besarnya tahanan yang dipasang harus sesuai dengan batas ukur yang diperbesar dan juga kelipatan batas ukur (n) dengan rumus : Rsh = Ra / (n-1)
b. Voltmeter
Gambar Rangkaian untuk memperbesar batas ukur voltmeter

Untuk memperbesar batas ukur voltmeter dapat dilakukan dengan cara memasang tahanan (Rm) yang diserikan dengan tahanan pada voltmeter (Rv). Besarnya tahanan yang dipasang harus sesuai dengan batas ukur yang diperbesar dan juga kelipatan batas ukur (n) dengan rumus : Rm = Rv (n - 1)
terimakasih...smoga bermamfaat....
HUKUM OHM
Hukum OHm
Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.
Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.
Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.
Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.
Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german Georg Simon ohm.
Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum.
Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb, dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000. electron. Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan electron mengalir, satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).
Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). Dalam british unit, ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound. Maka kesimplannya, 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada sebuah rangkian.
Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.
HUKUM OHM
E = I R
I = E / R
R = I / E
Kesimpulan :
* Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.
* Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I
* Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R
Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R = E/I
Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :
P = V . I atau P = I2 . R atau P = V2/ R
Dimana :
P : daya, dalam satuan watt
V : tegangan dalam satuan volt
I : arus dalam satuan ampere
Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.
Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.
Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.
Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.
Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german Georg Simon ohm.
Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum.
Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb, dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000. electron. Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan electron mengalir, satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).
Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). Dalam british unit, ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound. Maka kesimplannya, 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada sebuah rangkian.
Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.
HUKUM OHM
E = I R
I = E / R
R = I / E
Kesimpulan :
* Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.
* Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I
* Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R
Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R = E/I
Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :
P = V . I atau P = I2 . R atau P = V2/ R
Dimana :
P : daya, dalam satuan watt
V : tegangan dalam satuan volt
I : arus dalam satuan ampere
RUMUS - RUMUS DAN SATUAN DALAM KELISTRIKAN


1. Arus
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.
I = Q/T
Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.
Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
2. Hambatan
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
R = V/I
atau
di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.
Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).
3. Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
V= I .R
Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).
daya listrik

Berbagai wattmeter yang tersedia untuk mengukur kekuatan di sirkuit ac. Mereka umumnya diklasifikasikan dengan nama deskriptif prinsip operasi mereka. Penentuan kekuasaan di sirkuit dc hampir selalu dilakukan dengan pengukuran yang terpisah dari tegangan dan arus. Namun, beberapa instrumen yang dijelaskan juga akan berfungsi di sirkuit dc, jika diinginkan.
Mungkin alat paling berguna dalam pengukuran daya ac pada frekuensi komersial merupakan alat pengukur watt (membelokkan) menunjukkan elektrodinamik. Hal ini mirip pada prinsipnya ke koil-ganda dc ammeter atau voltmeter dalam hal itu tergantung pada interaksi dari bidang dua set gulungan, satu tetap dan bergerak lainnya. Kumparan bergerak ditangguhkan, atau berputar, sehingga bebas berputar melalui sudut yang terbatas tentang sumbu tegak lurus dengan yang kumparan tetap. Sebagai alat pengukur watt fasa-tunggal, kumparan (potensial) bergerak, biasanya terbuat dari kawat halus, membawa proporsional saat ini untuk tegangan diterapkan pada rangkaian yang diukur, dan (saat ini) koil tetap membawa beban arus. Ini pengaturan kumparan adalah karena kebutuhan praktis merancang gulungan arus konduktor yang relatif berat untuk membawa nilai-nilai besar saat ini. Kumparan potensial dapat menjadi lebih ringan karena saat operasi terbatas pada nilai-nilai rendah. Lihat juga ammeter; meter volt.
Sebuah konverter termal terdiri dari pemanas resistif dalam kontak termal dekat dengan satu atau lebih termokopel. Ketika arus mengalir melalui pemanas, suhu naik. Termokopel memberikan tegangan output sebanding dengan perbedaan suhu antara sambungan mereka, dalam hal ini sebanding dengan kuadrat arus, dan sehingga membuat transduser cocok untuk pembangunan wattmeter termal. Lihat juga resistensi listrik.
Gaya elektrostatik antara dua konduktor sebanding dengan produk dari kuadrat perbedaan potensial antara mereka dan laju perubahan kapasitansi dengan perpindahan. Sebuah instrumen diferensial elektrostatik sehingga dapat digunakan untuk membangun sebuah alat pengukur watt seperempat-kotak. Terlepas dari masalah pencocokan perubahan kapasitansi dari dua elemen dan kekuatan yang tersedia kecil, wattmeter elektrostatik digunakan sebagai standar selama bertahun-tahun.
wattmeter digital menggabungkan kelebihan dari pemrosesan sinyal elektronik dan resolusi-tinggi, mudah dibaca layar. pembacaan pengukuran listrik juga mungkin. Berbagai teknik elektronik untuk melaksanakan perkalian diperlukan sinyal mewakili arus dan tegangan telah digunakan. Biasanya multiplier elektronik adalah sebuah sistem analog yang memberikan sebagai output tegangan sebanding dengan indikasi daya yang diperlukan. Tegangan ini kemudian diubah ke dalam bentuk digital dalam salah satu cara standar. Banyak pengganda awalnya dikembangkan untuk digunakan dalam komputer analog. Lihat juga komputer Analog; tampilan Elektronik.
Instrumen yang dijelaskan dirancang untuk pengukuran daya fase tunggal. Dalam rangkaian polyphase, daya total adalah jumlah aljabar dari kekuatan dalam setiap tahap. penjumlahan ini dibantu oleh modifikasi sederhana dari instrumen satu-fasa. Lihat juga bolak saat ini.

Sebuah alat yang mengukur tenaga listrik. Lihat juga pengukuran daya listrik.
Ohmmeter / Ohm Meter
Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik yang merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alat tersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang kemudian dikalibrasi ke satuan ohm.

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai satuan Ohm dapat dirumuskan sebagai berikut:
R=V/I
atau

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus listrik.
dengan kata lain,
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm. Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus.

teknik pemakaian ohm meter

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai satuan Ohm dapat dirumuskan sebagai berikut:
R=V/I
atau

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus listrik.
dengan kata lain,
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm. Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus.

teknik pemakaian ohm meter
defenisi amperemeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.
Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.
Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya.

rangkaian pemakaian alat..

terimakasih...singkat tapi smoga bermanfaat..
Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.
Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya.

rangkaian pemakaian alat..

terimakasih...singkat tapi smoga bermanfaat..
Definisi Voltmeter
Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik . Voltmeter biasanya disusun secara paralel (sejajar) dengan sumber tegangan atau peralataan listrik. Cara memasang voltmeter adalah dengan menghubungkan ujung sumber tegangan yang memiliki potensial lebih tinggi (kutub positif) harus dihubungkan ke terminal positif voltmeter,dan ujung sumber tegangan yang memiliki potensial lebih rendah (kutub negatif) harus dihubungkan ke terminal negatif voltmeter.
biasanya voltmeter digunakan untuk mengukur sumber tegangan seperti baterai, elemen Volta, atau aki.

dengan kata lain, Voltmeter / Volt Meter
Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik. Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat voltmeter berkali-kali lipat.
Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnet dan kuat arus. Gaya magnetic tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak saat ada arus listrik. Semakin besar arus listrik yang mengelir maka semakin besar penyimpangan jarum yang terjadi.
berikut adalah gambar volt meter

smoga bermanfaat..terimakasih
biasanya voltmeter digunakan untuk mengukur sumber tegangan seperti baterai, elemen Volta, atau aki.

dengan kata lain, Voltmeter / Volt Meter
Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik. Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat voltmeter berkali-kali lipat.
Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnet dan kuat arus. Gaya magnetic tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak saat ada arus listrik. Semakin besar arus listrik yang mengelir maka semakin besar penyimpangan jarum yang terjadi.
berikut adalah gambar volt meter

smoga bermanfaat..terimakasih
Langganan:
Postingan (Atom)

